• 0822-4138-6283
  • tkabakricakkidul@gmail.com
  • PAUD Kricak Kidul, Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta.
Karya Ibu Guru
Buanglah Sampah pada Tempatnya

Buanglah Sampah pada Tempatnya

Oleh : Ibu Supini, S. Pd. AUD

Seperti biasa, setiap Minggu pagi, Avin bersama Ayah dan Bundanya pergi ke Lapangan Segoro Amartountuk berolahraga. Pagi itu, cuaca sangat cerah dan udara terasa segar.

Sudah banyak teman Avin yang bermain, ada yang bersepedaan, bermain bola dan berlari-lari kecil. Avin segera ikut temannya berlari-lari kecil keliling lapangan. Setelah dirasa cukup berolahraga, Ayah dan Bunda mengajak Avin untuk pulang.

”Avin, ayo kita pulang,” ajak Bunda.

Avin pun segera menghampiri Ayah dan Bundanya lalu pulang bersama-sama. Avin anak yang sangat ramah dan mudah bergaul, juga sangat peduli dengan kebersihan lingkungan sekitarnya.

”Eh, itu Pak Dani di depan rumah, aku sapa dulu ah,” gumam Avin. ”Selamat pagi, Pak Dani.”

”Selamat pagi juga, Nak Avin.” jawab Pak Dani.

Avin kini melewati rumah Bu Asih yang tidak jauh dari rumah Pak Dani.

”Selamat pagi, Bu Asih.” sapa Avin.

”Selamat pagi, Avin.” jawab Bu Asih.

Avin meneruskan perjalanannya. Ketika melewati satu rumah lainnya, Avin mendadak berhenti di depan rumah Banu. Avin hanya geleng-geleng kepala karena rumah itu sangat kotor dan kumuh. Banu hanya tinggal bersama neneknya. Di depan rumahnya, daun-daun berserakan.

Sang nenek memanggil Banu. “Banu, tolong buangkan sampah ini, ya!”

“Iya, Nek!”

Banu mengambil sampah itu dan membuangnya di selokan.

Avin yang melihat Banu membuang sampah di selokan depan rumahnya, mengingatkan, “Hei, Banu, jangan bunag sampah di selokan, dong.”

“Sudah biasa Vin, tidak apa-apa, kok. Nanti juga hanyut terbawa air.” kilah Banu.

“Nanti kalau hujan bisa banjir, lho,” Avin kembali mengingatkan.

”Vin, lihat itu. Matahari bersinar begitu terang, tidak mungkin hujan laah.” jawab Banu.

Avin pun melanjutkan perjalanan pulang. Tiba-tiba, langit menjadi gelap. Tak lama kemudian, hujan turun sangat deras. Selokan di depan rumah Banu pun meluap. Banu dan neneknya kebingungan, air makin naik dan menggenangi rumah mereka. Karena tak sanggup membersihkan rumah dan halaman berdua saja, Banu pergi ke rumah Avin.

Tok! Tok! Tok!

”Avin, tolong aku! Cepat buka pintunya!” teriak Banu.

”Ada apa, Banu? Kamu, kok berantakan sekali?” tanya Avin.

”Tolong Avin, rumahku kebanjiran. Bantu aku dan Nenenk membersihkan rumah,” jawab Banu

”Baiklah, ayo kita segera ke rumahmu!”

Beberapa saat kemudian, hujan mulai reda.

Avin memberitahu tetangga lainnya untuk membantu membersihkan rumah Banu. Mereka membersihkan halaman rumah Banu yang tergenang aia dan banyak sampah.

Setelah semuanya bersih, Banu lega dan senang rumahnya kini menjadi bersih. Banu dan neneknya mengucapkan terima kasih kepada Avin dan tetangga yang membantu membersihkan rumah mereka.

”Terima kasih ya, Nak Avin dan Bapak Ibu yang telah membantu membersihkan rumah Nenek,” ucap nenek Banu.

”Sama-sama, Nek. Kita kan tetangga, jadi sudah menjadi kewajiban kita saling membantu,” Jawab Avin.

”Aku janji tidak akan membuang sampah lagi di selokan,” kata Banu.

”Bagus, Banu. Kita harus  menjaga lingkungan agar tetap bersih.” Sambung Avin

Kini, Banu sudah tidak lagi membuang sampah sembarangan di mana pun tempatnya

“Atthohuru sathul iman”

Illustration source : pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *