
Berbuat Baik Menambah Teman
Oleh : Ibu Sulastri, A. Md.
”Bun, aku boleh ambil mainan, kan?” pinta Ismail kepada bundanya yang masih beres-beres di dapur.
“Boleh, tapi selesai main jangan lupa dirapikan lagi ya, Nak,” jawab sang Bunda yang masih sibuk dengan pekerjaannya.
Ismail Adalah seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun, berkulit kuning langsat, bermata bulat, dan berbulu mata lentik seperti anak perempuan. Ismail paling suka bermain lego. Dia pun punya banyak koleksinya, dari lego pipa sampai balok. Ismail sangat kreatif dan inovatif dalam berkreasi memainkan lego menjadi bentuk-bentuk yang sangat menarik tanpa panduan gambar.
”Ismail, aku boleh ikutan main di rumahmu tidak?” terdengar suara Vika dan Boby hampir bersamaan. Mereka tiba-tiba saja sudah ada di depan pintu.
“Tentu saja boleh, ayo masuk, kita main bertiga.”

Ismail senang sekali ada teman bermain. Sambil bermain, mereka bertiga bercerita tentang teman-teman di sekolah.
“Wah, sudah ramai, ya? Ternyata sudah ada teman-teman yang menemani Ismail,” sapa Bunda Ismail yang baru keluar dari dapur.
“Iya, Bunda, kami boleh kan, ikut main lego bareng Ismail? Nanti kami juga bantu beres-beres kalau selesai bermain.” ucap mereka, hampir bersamaan.
”Boleh, mainnya yang akur, yaa. Jangan berebut mainan,” Jawab sang Bunda.
“Iya, Bunda. Terima kasih,” jawab Ismail, Vika dan Boby bersamaan
Saat asyik membuat istana. Tiba-tiba Azka dan Sean datang menghampiri, hendak bergabung bermain lego.
“Ismail, bolehkah kami ikut bermain lego bersama kalian?” tanya Sean, pelan dan penuh harap.
”Wah, ini udah pas, Sean. Mainanku cukup untuk bertiga saja. Karena kammu sama Azka ikut, nanti kebagian legonya sedikit,” jawab Ismail.
Sean dan Azka tampak sedih. Untung bunda Ismail keluar untuk menengahi.
“Tidak apa-apa, Nak. Bermain legonya bareng banyak teman. Kan bisa dibuat istana bareng-bareng dan nanti pasti hasilnya akan lebih bagus.”
Akhirnya, mereka bermain berlima, terlihat Bahagia dan menikmati kebersamaan itu. Ismail jadi makin bersemangat membuat istana dengan dibantu teman-temannya dan hasilnya sangat bagus. Setelah istana jadi, mereka semua bercerita tentang teman-temannya di sekolah. Ismail anak yang supel dan periang sehingga mempunyai banyak teman, baik di rumah maupun di sekolah.

Waktu menunjukkan pukul 15.00. saatnya anak-anak harus beres-beres, sholat ashar kemudian mandi. Sebentar lagi bunda Ismail juga harus menyiapkan tempat untuk anak-anak les.
“Ayo, semuanya. Mainannya sudah, ya. Sekarang mainannya dirapikan di tempatnya masing-masing!” perintah sang Bunda.
”Baik, Bun.” jawab mereka kompak.
Vika, Boby, Sean dan Azka berpamitan pulang. Mereka senang sekali diperbolehkan bermain bersama Ismail. Tidak lupa, mereka berterima kasih dan minta besok diizinkan main lagi. Ismail senang sekali mempunyai banyak teman.
”Bun, makasih ya. Tadi, sudah mengingatkan supaya aku mau main bareng teman semua tanpa membeda-bedakan. Aku janji, akan baik kepada semua teman supaya temanku bertambah banyak.” kata Ismail kepada bundanya.
”Alhamdulillah, anak pintar, sholeh dan selalu patuh kepada orang tua pasti akan punya banyak teman. Boleh bermain, tapi jangan lupa tetap belajar ya, Nak.” ujar sang Bunda sambil mengusap kepala Ismail.
Ismail membalas dengan memeluk dan mencium sang Bunda.
-Selesai –